Impuls jaring mengait-ngait tertarik-tarik sebuah usuk lentur kadang tidak juga
Menyuatkan sesuatu yang baru menjadi abadi kira-nya
Nyatanya sebuah kenyataan tidak seperti apa yang selalu diharapkan
Mudah melihat bagian dari diriku tapi kadang tak mudah menyentuh diriku lagi
Apalagi meraba walaupun ini tidak mencuatkan jarak yang terlalu bagian yang itu.
Aku mungkin tidak akan bertahan lama
Kadang aku memanggul tanganku yang putus
Tak ada perintahmu yang pernah tersirat olehku untuk ku tolak baginda
Terimalah tuan,.
Sambil melindungi diri dari barisan marsose yang menurutkanku dibelakang lutut
Sepanjang jalan lari itu
Aku tidak akan mencerai beraikan barang sedikitpun keyakinanku
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu
bukan aku begitu besar menaruh kepercayaan akan diriku sendiri
hingga kau pikir sedemikian gigih aku menerima nasibku
hanyalah karena kesetian menjadi tangan kanan baginda
membuatku memeliki suatu energi yang tak kenal maut.
tak banyak yang menghargai aku,aku kecil, dan tak berharga tanpamu
Hanya baru beberapa lama ini aku tertolong oleh balairung indahmu..
hingga aku kadang bersaing dengan isi balairung baginda
Aku bukan cahaya, tapi ya aku secercah pencerah dilain tempat dan waktu
Lini-lini konsentrasiku akan membuat semerawut tapi kadang amat teratur
Aku tidak bermaksud lain selain membantumu menyapu kekhilafanmu baginda
Hanya seindah dan sebaik mungkin niatku
Selama aku masih hidup , masih berdaya..
Perjuangan ini hendak kuteruskan
Aku tidak akan bersedih selamanya
Sayang aku hanya memiliki satu jiwa
*tulisan ini adalah bagian dari tugas Apresiasi Arsitektur yang masih dalam revisi. Silakan tebak siapakah Dia„sesuatu yang qt jumpai setiap hari„,terutama yang benar2 arsitek sejati„hohohihihihih